Ketua Senat Mahasiswa UNIRA Malang Kecam Tindakan Represif Aparat dalam Aksi Demonstrasi
0 menit baca
Kompasjawa.com – Ketua Senat Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Muhammad Nur Rofiq, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian dalam pengamanan aksi demonstrasi yang berujung pada jatuhnya korban seorang pengemudi ojek yang terlindas kendaraan taktis baracuda milik Polri.
Menurutnya, kejadian tersebut mencederai prinsip demokrasi dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat maupun beraktivitas di ruang publik.
“Saya, Muhammad Nur Rofiq selaku Ketua Senat Mahasiswa UNIRA Malang, mengecam keras tindakan represif aparat yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, bahkan seorang pengemudi ojek yang tidak bersalah harus menjadi korban. Demonstrasi adalah ruang demokrasi, bukan arena kekerasan. Negara seharusnya hadir melindungi rakyat, bukan justru melukai,” tegasnya.
Rofiq menambahkan, peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya kontrol dan prosedur pengamanan aksi di lapangan. Ia menilai aparat harus bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban sipil, serta memastikan adanya keadilan bagi keluarga korban.
“Kami mendesak Kapolri untuk melakukan evaluasi serius terhadap prosedur pengamanan aksi, serta menindak tegas aparat yang terbukti lalai maupun bertindak di luar aturan. Penegakan keadilan tidak boleh berhenti pada permintaan maaf, tetapi harus melalui proses hukum agar hak korban benar-benar terpenuhi,” ungkapnya.
Senat Mahasiswa UNIRA Malang juga menyerukan solidaritas kepada seluruh gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil di Indonesia untuk terus konsisten menyuarakan kebenaran secara damai dan bermartabat, serta mengingatkan aparat agar menjunjung tinggi asas profesionalitas dan kemanusiaan dalam setiap tugas pengamanan.